Mungkin tulisan ini bakal agak panjang, karena saya ingin tahu, apa yang terjadi, apakah ada yang salah, dimana keadaan mulai menjadi salah, siapa yang salah, bagaimana bisa menjadi salah.
Cerita ini akan saya mulai dari dimana saya besar, yaitu disebuah kota, kota yang bisa dibilang cukup besar. Setelah saya dilahirkan, sampai saya berusia 4 tahun, semua berjalan normal, tidak ada yang salah, sampai2 diusia yang sekarang tidak pernah bisa saya mengingat apa yang terjadi hingga usia saya 4 tahun.
Oiya, saya dilahirkan pada tahun 1991, berarti usia saya ketika saya menulis tulisan ini sekitar 24 tahun.
***
Di usia 4 tahun, ketika saya sedang menempuh pendidikan taman kanak2, kedua orang yang kukenal memutuskan untuk mengambil keputusan masing-masing.
Di usia 4 tahun, ketika saya sedang menempuh pendidikan taman kanak2, kedua orang yang kukenal memutuskan untuk mengambil keputusan masing-masing.
Disinilah saya mulai berfikir semuanya menjadi salah (?).
Saya tidak tahu cerita tepatnya, tetapi akhirnya , aku harus memilih salahsatu dari mereka.
Tepat hari sebelum saya akan dijemput, saya dibuly oleh orang-orang dari salahsatu pihak, lebih tepatnya oleh beberapa orang terdekat dari orang itu.
Bulian yang saya ingat, saya ditakut2i menggunakan balon yang akan diledakkan dimuka saya.
dan saya dijadikan sebagai kuda, lalu pura2 ditunggangi oleh seseorang dari orang2 itu.
dan saya dijadikan sebagai kuda, lalu pura2 ditunggangi oleh seseorang dari orang2 itu.
Hanya itu bulian yang saya ingat dari mereka.
***
Setelah dijemput , saya harus tinggal di rumah seseorang, karena aku sedang mencari tempat tinggal baru.
Setelah dijemput , saya harus tinggal di rumah seseorang, karena aku sedang mencari tempat tinggal baru.
Ditempat ini, saya diberikan perlakuan oleh orang-orang disana yang sepertinya kurang menyambut saya, sikap orang itu terhadap saya seperti sikap yang sangat dingin,
Kalau boleh saya gambarkan, adalah sikap seorang majikan galak terhadap pembantunya.
Selama kira2 1-2 tahun saya tinggal di tempat itu, mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan tersebut, dan perlakuan tersebut dilakukan terhadap saya, tetapi hanya jika dalam waktu-waktu tertentu.
***
Dalam rentang waktu 7tahun, yaitu waktu Taman Kanak2, hingga lulus SD, semua hal berjalan normal, kecuali temperamen orang disekitarku yang sedikit agak mudah meledak.
Dalam rentang waktu 7tahun, yaitu waktu Taman Kanak2, hingga lulus SD, semua hal berjalan normal, kecuali temperamen orang disekitarku yang sedikit agak mudah meledak.
Sebagai contoh, ketika saya tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan ekspektasi orang itu, saya diperlakukan secara tidak semestinya.
Contoh lain, yaitu ketika saya berbuat, atau berkata2 yang salah terhadap orang2 disekitar saya seperti teman dan tetangga, orang itu tidak ragu untuk mencaci saya, bahkan terkadang juga menggunakan fisik.
Namun saya tidak ingin menyalahkan orang itu, karena saya tahu bahwa orang itu memiliki hari yang sangat berat pada hari2 tersebut.
***
Ttg kehidupan disekolahan, semuanya lancar,
Ttg kehidupan disekolahan, semuanya lancar,
Tetapi semuanya berubah, ketika saya duduk di bangku SMP.
Keadaan mulai menjadi aneh, pembulian dimana mana, seakan sekolah adalah tempat dimana pembulian bebas terjadi, dipukuli, dicaci, dihina, dipojokkan,
Meskipun pernah dibuli, tetapi saya bukanlah korban bulan bulanan bulying tersebut,
Saya lebih sering melihat teman dekat saya dibully, daripada saya menjafi korban bully,
Meski terkadang saya juga beberapa kali diperlakukan hampir sama seperti teman dekat saya.
***
Bully tersebut akhirnya berhenti ketika saya lulus SMA, dan memutuskan untuk kuliah,
Bully tersebut akhirnya berhenti ketika saya lulus SMA, dan memutuskan untuk kuliah,
Di tempat kuliah sama sekali tidak saya temui kasus seperti itu.
Saya memiliki beberapa teman akrab di kampus, di sekitar teman2 akrab inilah saya bisa mengekspresikan diri saya yang sebenarnya, mksdnya adalah saya enjoy sekali menjadi diri sendiri, berbicara seperti orang normal.
Tetapi, hal aneh mulai saya rasakan ketika saya bertemu dengan orang2 tertentu, terutama yang memiliki kharisma,terpandang, dll. Perasaan cemas ketika ingin berbicara dengan orang lain, saya akhirnya tidak bisa berbicara seperti orang normal, canggung ketika ingin mengatakan sesuatu.
Perasaan takut dikucilkan sepertinya juga saya rasakan.
***
Yang saya juga rasakan, yaitu perasaan canggung dengan seseorang,
Yang saya juga rasakan, yaitu perasaan canggung dengan seseorang,
Iya, saya dan orang tersebut jarang sekali berbicara, dari saya kecil, sampai sekarang saya menulis tulisan ini pun, kedekatan saya dengan orang itu tidak membaik. Hanya berbicara mengenai hal2 umum, itupun sangat jarang.
***
Perasaan canggung, dan takut, juga terjadi ketika saya bertemu dengan orang yang belum saya kenal.
Perasaan canggung, dan takut, juga terjadi ketika saya bertemu dengan orang yang belum saya kenal.
Anehnya saya hanya merasa canggung dengan tipe2 orang tertentu, biasanya orang2 yang kenal dengan orang itu.
Juga Orang2 yang nantinya akan saya temui dalam jangka panjang.
Dan Orang2 yang suka berbicara tentang keburukan oranglain dibelakang orang tsb.
Dan bnyk tipe2 yang saya takuti ketika akan saya ajak berkomunikasi.
Hingga sekarang diusia saya yang menginjak angka 24 tahun.
***
Saya percaya bahwa kasus saya ini adalah kasus kecil yang mungkin kalian akan bisa jawab.
Saya percaya bahwa kasus saya ini adalah kasus kecil yang mungkin kalian akan bisa jawab.
Maaf jika cara bercerita saya tidak berkenan.
Ada beberapa kisah yang saya skip, karena saya merasa, tulisan akan menjadi sangat panjang jika saya tulis semuanya, tetapi yang saya tulis disini mungkin adalah inti2 dari permasalahan yang saya dapatkan.
Yang ingin sekali saya tanyakan.
-Apa yang terjadi terhadap diri saya, sehingga saya merasakan kecanggungan saat bertemu dengan orang lain?
-Dimana tepatnya kejadian didalam hidup saya yang menyebabkan saya menjadi seperti ini?
-Apakah yang saya rasakan ini adalah sebuah penyakit mental? Kalo iya, apa penyakit mental yang saya derita?
Pertanyaanyang sangat pasaran sekali,
-Bagaimana cara agar saya tidak canggung ?
Terimakasih buat semuanya, yang sudah menyempatkan diri buat membaca tulisan ini.
0 comments:
Post a Comment