Ketika saya pergi ke tempat teman kuliah saya, saya merasakan bahwa diri saya diterima oleh orang2 disana.

Sering sekali mereka mau mengajak saya mengobrol, walaupun terkadang saya merasa cemas ketika berbicara dengan seseorang disana, tetapi saya masih merasa diterima,

Jadi kadang, saya merasa bahwa ketika kita berfikir tentang diri saya yang diterima disuatu lingkungan, saya merasakan lebih bisa percaya diri ketika berkomunikasi, karena saya merasa mereka tidak akan menyakiti saya secara verbal, maupun fisik, setidaknya itulah yang saya rasakan,

Ketika saya merasa aman dari ancaman tersebut, saya biasanya merasakan saya bisa berkomunikasi dengan maksimal, karena ketika saya merasa bahwa seseorang bisa saja menyakiti saya fisik maupun verbal, saya tidak akan bisa berkomunikasi dengan maksimal, maksud saya adalah saya berkomunikasi dibawah tekanan rasa takut.

Saya merasakan, bahwa rasa takut tersebut seringkali membuat saya tidak lancar berkomunikasi, memilih untuk mencari aman, tidak berbicara banyak, takut ketika ditanyai atau diajak berbicara.

Entah kenapa saya sangat takut terhadap ancaman tersebut, seperti diri saya sudah membuat reflek sendiri terhadap perasaan seperti itu, saya seperti merasa dibiasakan bahwa rasa takut tersebut muncul dengan jumlah yang agak berlebihan, padahal kalau saya pikirkan kebali, ancaman seperti itu tidak akan bisa membuat saya terluka, tidak akan membahayakan saya, tetapi dengan cara yang agak saya kurang pahami, perasaan tersebut berhasil membuat saya... Ah.....

Perasaan tersebut sangatlah tidak nyaman, dan sangat konyol bahkan ketika saya sendiri yang memikirkan tentang hal itu. Hanya karena saya takut orang lain akan menilai saya, saya lebih memilih untuk tidak berkomunikasi sama sekali, atau terkadang saya memilih untuk berkomunikasi dengan cara yang sangat aneh, seperti melakukan sesuatu secara setengah setengah.

Setelah saya melakukan interaksi secara setengah-setengah dan tidak melakukannya dengan penuh semangat, dan melihat bagaimana orang lain bereaksi terhadap sikap saya tersebut, membuat saya merasa bahwa saya adalah orang yang tidak pantas untuk melakukan interaksi sosial, karena ketika saya melihat bagaimana respon dari orang yang saya ajak berbicara, saya merasa bahwa diri saya sangat tidak mampu untuk berkomunikasi dengan orang lain, saya seperti merasa bahwa diri saya adalah seorang yang tidak becus melakukan interaksi sosial.

Jadi intinya adalah saya seringkali merasakan takut ketika ingin berkomunikasi dengan orang lain, karena saya meyakini bahwa ketika saya berkata tentang sesuatu kepada orang lain tersebut, maka orang tersebut akan mengatakan hal buruk kepada saya, atau orang tersebut akan mengatakan hal buruk mengenai saya kepada orang lain, itu adalah poin utama yang saya rasakan ketika saya merasa takut saat berinteraksi dengan orang lain.

Tetapi ketika saya mengetahui bahwa seseorang tidak akan melakukan hal yang saya yakini diatas, saya akan merasa sangat percaya diri ketika berinteraksi dengan orang tersebut,atau orang dengan kepribadian tertentu.

0 comments:

Post a Comment

 
Top