Hai,
Barusan saya sempat membaca tulisan seseorang, mengenai pluralisme, mengenai perbedaan karena adanya keberagaman ras dan agama.
Ketika saya membaca tulisan tersebut, perasaan yang saya rasakan seperti melihat diri saya sendiri di tulisan tersebut, adapun di tulisan tersebut dikatakan bahwa perlakuan seseorang terhadap x berbeda dengan perlakuan orang teraebut terhadap y.
Tidak seperti ketika membaca tulisan tulisan lain, ketika membaca tulisan tersebut perasaan saya seperti terhanyut kedalam cerita tersebut.
Di tulisan ini saya tidak akan berpihak ke sisi manapun, saya tidak akan memposisikan diri saya di tempat apapun. Perbedaan sekarang ini bukan menjadi hal yang indah,
coba bayangkan beda negara? Berperang,
satu negara tetapi beda suku/pemahaman? Berperang,
Satu suku/pemahaman tetapi beda status atau derajat? Juga berperang.
Satu negara, tetapi beda bagian? Berperang.
Pengalaman ini pernah saya rasakan sendiri, dimana didalam satu kelompok besar, sebut saja pelakunya si x, di dalam kelompok besar ini, x merupakan salahsatu contoh yang saya rasakan memiliki sifat membedakan, contoh kejadianya seperti ini :
Si y tidak sengaja melakukan sesuatu dengan salah, si x membiarkan.
Saya tidak sengaja melakukan sesuatu dengan salah, si x langsung ngomel.
Bukankah hal tersebut aneh? Apakah hal tersebut terjadi gara2 ras yang berbeda? Jadi saya diperlakukan seperti itu? Ataukah saya diperlakukan seperti itu karena tingkat ekonomi yang berbeda??
Saya sampai heran, dan keheranan tersebut saya bawa hingga sekarang, sampai saat ini ketika saya melihat ada orang yang mempermasalahkan perbedaan seringkali saya teringat akan marahnya si x terhadap saya,
Dan sedihnya sampai saat ini, saya merasa takut dibeda-bedakan oleh orang lain. Perasaan takut tersebut juga yang kadang membuat saya merasa kesulitan jika ingin berkomunikasi dengan orang lain, sepertinya perasaan takut tersebut akan terbawa oleh pikiran saya sampai pada waktu yang saya belum ketahui.
0 comments:
Post a Comment