Salah satu hal yang ku khawatirkan dari berbagai macam hal yaitu rasa takut kepada berbagai jenis orang. Hal ini benar-benar mengganggu ku, terutama hari ini, karena hari ini adalah jadwal dimana aku harus berkumpul untuk melakukan rutinitas olahraga bersama orang-orang yang belum lama ku kenal.

Sangat banyak kepribadian yang kutemukan di tempat ini, dan beberapa kepribadian tersebut ada yang sangat membuat tingkat kenyamanan saat berada di tempat itu menurun drastis. Sumpah, tidak pernah aku berharap untuk tidak nyaman dengan bagaimana kepribadian orang, dari dalam hati pun aku ingin menerima semua baik dan buruknya mereka, karena aku tidak bermaksud untuk bersifat munafik karena aku sadar bahwa diriku pun juga pasti memiliki kesalahan2 dan perilaku yang orang lain tidak sukai.

Sebenarnya banyak orang-orang di tempat itu yang memiliki kepribadian yang aku sangat sukai, tetapi entah kenapa kebodohanku terus berfokus kepada yang membuatku tidak nyaman, seharusnya aku memfokuskan diri dan menambah jumlah komunikasi terhadap orang yang menerima ku secara baik di tempat itu. Skip saja.

Awalnya aku mulai menyalahkan mereka kenapa mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan. Mereka memiliki perkataan yang aangat baik menurutku, melakukan hal-hal baik, tetapi entah mengapa kebaikan mereka hanya untuk kelompok-kelompok tertentu saja, kelompok minoritas. Tetapi akhirnya aku sadar bahwa dirikulah yang bodoh karena terlalu mengurusi apa yang mereka lakukan, aku terlalu ikut campur mengenai urusan pribadi mereka, sehingga aku awalnya sedikit membenci orang-orang itu, menyesal, slmemang sangat menyesal, mungkin aku harus mulai untuk lebih memfokuskan diri kepada pribadi yang tidak membenci, yang membaikanku. Tetapi setelah aku pikirkan kembali, aku akhirnya berada dimana aku harus memilih satu diantara dua keputusan, yang pertama yaitu aku memilih untuk berada di tempat yang membuatku kurang nyaman dan berlatih agar diriku terbiasa menangani keadaan-keadaan seperti itu nantinya yang akan kutemui dimasa depan, atau aku harus memilih berada di kumpulan orang yang membuatku nyaman sehingga aku bisa terus melakukan aktifitas olahraga tersebut, karena aku sangat mencintai kegiatan itu, entahlah, andai saja aku mempunyai kenalan seorang yang ahli dalam bidang ini dan memberiku petunjuk tentang apa yang harus kulakukan dan mana yang harus kupilih, seperti sedang berjalan dengan mata tertutup menurutku, apapun bisa terjadi.

Sekali kali ingin sekali aku berkata kepada mereka, bahwa apa yang mereka lakukan kepada orang-orang disekitar mereka sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan, apa yang mereka pelajari, terlalu jauh dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh komunitas mereka yang katanya mencintai kedamaian, atau memang tidak? Entahlah.
Maafkan aku jika tulisanku berbau profokatif, namun aku hanya jujur menuliskan apa yang diriku rasakan, paling tidak aku tidak menunjuk pihak-pihak tertentu karena itu bukanlah tujuan utama ku, tujuanku sebenarnya yaitu men-sharing pengalaman yang aku rasakan, sehingga orang lain bisa membaca, merasakan, menilai, merasakan pengalaman serta mengambil nilai positif yang mungkin ada.

Salah satu sifat, yang paling tidak aku sukai pada beberapa orang dari mereka adalah, bagaimana cara mereka memandang orang lain, perbedaan pada cara mereka berbicara juga terlihat aneh dan kurasa sangat terkesan diskriminatif terhadap kelompok tertentu sangat terlihat bagaimana cara mereka menanggapi pembicaraan dari suatu kelompok yang entah pernah berbuat salah kepada mereka atau apapun, yang ketika kuperhatikan mereka seperti tidak menganggap sedang ada yang berbicara, dan salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana aku terlalu memikirkan tentang hal itu, padahal seharusnya aku yak perlu repot repot untuk memikirkan bagaimana cara mereka memperlakukan orang lain, mungkin beberapa waktu kedepan aku akan mencpba untuk tidak terlalu peduli mengenai hal tersebut, tentunya aku hanya akan ikut kegiatan olahraga tersebut dan menganggap mereka hanya rekan badminton semata, dan apakah pemikiran seperti itu akan mengubah diriku persis seperti cara mereka memperlakukan orang lain? Mungkin saja.

0 comments:

Post a Comment

 
Top