Ada masanya dimana aku menyesali tentang kuliah,

tentang cara acak yang ku gunakan untuk menentukan jurusan apa yang kupilih,

Tentang cara paling malas yang ku gunakan untuk melewati dan menyelesaikan kuliahku.

---***---
Tetapi dibalik penyesalan yang ku rasakan, terkadang aku juga memikirkan bahwa disaat aku kuliah di tempat tersebut, aku mendapatkan beberapa teman baru, aku juga diajarkan untuk menghadapi berbagai macam teman, dosen, dan juga banyak orang.

Dan menurutku, bagian terbaik dari kuliahku yang kuanggap salah, adalah aku menemukan hobi baru.

Ketika menduduki semester 2, seperti biasa, aku hanya seorang yang biasa dan tidak memiliki banyak teman,

Dikelas aku hanya duduk sendiri, sesekali aku duduk disebelah orang yang kurasa mampu untuk kuajak berbicara,

Dari suatu obrolan kecil, akhirnya aku mengenal beberapa orang teman waktu itu. tanpa aku sadari kelompok tersebut mulai terbentuk menjadi hampir 10 orang. Lalu akhirnya saya mengetahui bahwa satu orang dari grup yang kukenal tersebut  memiliki suatu hobi dan benar ketika aku melihat, dia adalah seorang yang sangat ahli dalam hobi tersebut(badminton).

Saat kurasa hanya 1 orang yang hobi badminton, disitu akhirnya sadar bahwa setengah dari anggota kelompok memiliki hobi badminton, dan salahsatunya berencana dan berbicara kepadaku bahwa dia ingin masuk ke sebuah club badminton tak jauh dari tempatku tinggal. tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nantinya, aku memilih untuk ikut dengan temanku mengikuti club tersebut dengan membayar 150ribu sebulan kalau aku tak salah ingat.

Aku berfikir bahwa jika aku mengikuti hobi mereka, aku akan menjadi seseorang yang lebih dekat dengan grup. Itu adalah awal dimana aku akhirnya menemukan satu hobi untuk kulakukan 2 kali dalam seminggu.

3 bulan berjalan setelah aku memutuskan untuk mengikuti club badminton, aku menyadari bahwa teman grup yang ada di club tersebut mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dariku, sehingga ketua club akhirnya memutuskan untuk memasukkan ku kedalam kategori pemula, sedangkan temanku masuk ke kategori yang jauh lebih tinggi dariku,

Disitu perasaan cemas mulai muncul, jarang ada yang kukenal di group kategoriku. Bahkan hanya beberapa sesi latihan membuatku sangat lelah, seperti aku kehilangan banyak tenaga entah karena apa,

Tidak lama kemudian akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari club.

---***---
Pada awalnya aku berfikir bahwa latihan badminton selama 3 bulan hanya membuang waktu ku, ternyata baru sekarang aku sadar bahwa hal tersebut ada gunanya juga. Kemampuanku (yang hanya sedikit) kugunakan untuk mulai mengikuti kegiatan badminton mingguan yang dilakukan oleh orang se-kelas ku, yang akhirnya kukenal cukup dekat walaupun tidak terlalu dekat.

Selain kegiatan badminton teman sekelas, ada juga banyak kelompok yang aku pernah ikuti, yang awalnya tidak ku kenal sampai akhirnya kutemui rutin satu minggu sekali.

Kelompok demi kelompok ku ikuti, sekian banyak orang yang ku temui, hanya berawal karena 3 bulan yang tadinya kuanggap sia-sia. meski begitu tetap perasaan lebih nyaman untuk sendiri juga tak semata hilang dari sifat utamaku, bahkan ketika sedang melakukan hobi badminton, aku bahkan sering duduk sendirian ketika badminton, karena aku berfikir bahwa itulah yang kadang-kadang membuatku nyaman.

---***---
Sendirian memang menyenangkan bagiku, namun ada saatnya dimana aku merasa kesepian saat sendirian. Lalu disaat kesepian mulai menguasaiku, aku hanya mampu untuk mengingat masa-masa menyenangkan yang pernah ku lalui. Andai aku bisa hidup lagi di masa itu, pikirku sedih.

Semakin bertambah umurku, kecemasan ysng muncul sama sekali tidak berkurang, justru bertambah, bolehkah aku hidup kembali ke masa kecilku? dimana tidak banyak yang harus ku pikirkan. Tidak seperti sekarang.

0 comments:

Post a Comment

 
Top