Semakin besar harapanku akan sesuatu, akan semakin keras kekecewaan menghantamku, karena suatu harapan belum tentu 100% akan terjadi,

Menurutku orang dengan tipe kepribadian sepertiku akan lebih sering terkena rasa kecewa, tetapi bukan berarti seseorang dengan tipe kepribadian lain lebih sedikit mendapatkan hal tersebut, belum tentu. Hanya saja mungkin kekecewaan berdampak lebih maksimal kepada orang dengan tipe kepribadian "lebih sedikit berbicara". tetapi entahlah, aku tak berhak mengatakan bahwa orang lain lebih enak daripada diriku, sama sekali tidak ada hak, karena kesulitan orang lain, dan apa yang dirasakan orang lain sama sekali tidak kuketahui, jadi jika aku mengatakan bahwa oranglain lebih enak daripada diriku, maka aku adalah orang yang egois.

---***---
Terakhir tetapi bukan akhir, beberapa hari yang lalu kurasakan sekali bagaimana sebuah harapan berubah menjadi kekecewaan,

Waktu itu, tanggal 13 okt 2015, hari selasa malam, seperti biasa adalah jadwalku badminton, pada saat itu aku berkata pada diriku didalam hati bahwa menjaga pikiran tetap positif adalah salah satu jalan untuk mendapatkan perasaan damai, aku berfikir seperti itu karena ada seseorang yang memberitahuku bahwa menjaga cara pandang kepada oranglain tetap positif akan berdampak positif pada diri kita,

Tentu saja, sangat mudah untuk dilakukan, pikirku.

Tetapi tidak pada malam itu, pikiranku penuh terisi pikiran pikiran negatif, karena melihat perilaku-perilaku orang disitu, sungguh aku tidak ingin menjudge bahwa orang itu tidak boleh melakukan "perilaku" itu, karena itu adalah sesuatu yang mereka harus tentukan sendiri tanpa ada unsur campur tangan dari pihak lain, tetapi kalau aku boleh katakan perilaku mereka tersebut malam itu terlalu membuat pikiran menjadi terisi sesuatu yang tak mengenakkan, mengesalkan memang sekaligus menunjukan sifat yang.... Ah entahlah, sungguh tak pantas bagiku untuk memberi cap terhadap mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sangat baik.

Memang apa yang berani kukatakan mengenai sifat mereka malam itu? Kalau saja ada yang ingin kukatakan, belum tentu aku berani mengatakanya, jadi malam itu aku hanya memendam pikiran negatif, sambil mengobatinya dengan memainkan beberapa set permainan dengan orang2 yang tersisa malam itu.

---***---
Btw, terkadang taktik itu berhasil, menjaga pikiran tetap positif kepada semua orang disekitar kita sungguh menciptakan perasaan yang aneh, yang biasanya tak pernah kurasakan sebelumnya. Cara pandang Orang-orang kepadamu akan menjadi lain,

Hanya saja aku terlalu bodoh, pikiranku hanya terisi dengan hal-hal negatif, yang ujung-ujungnya akan membuatku takut melakukan banyak hal, terutama hal yang berbau dan bersifat sosialis,

Mungkin akan memakan bertahun-tahun melatih pikiranku untuk mulai menghilangkan yang buruk, dan menciptakan yang baik, tapi setidaknya aku akan mencoba(begitu juga siapapun kalian yang membaca tulisan ini) meskipun harus dilakukan dengan susah payah,

paling tidak jika kita tidak bisa mengubah orang-orang disekitar kita memiliki pemikiran yang baik, kita bisa mengubah diri kita sendiri menjadi pribadi yang lrbih baik, bahkan mungkin yang lebih menarik.

Mungkin.

0 comments:

Post a Comment

 
Top