Entah yang mana yang sedang kurasakan, perasaan takut, malas, atau malah campuran antara keduanya?
---***---
Hari ini seperti biasa datang ke tempat yang sering kudatangi, pagi itu seperti pagi yang sering kulalui, datang beberapa jam terlambat ke tempat itu lalu merasa bersalah karenanya. Ketika melihat orang-orang disana dan rekan-rekanku sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing perasaan bersalah muncul dari pikiranku,
Melihat masing-masing dari mereka sedang berperan dalam berjalannya sesuatu dan yang kulakukan hanya duduk ternyata sangat membuatku tidak terlalu nyaman berada di tempat itu,
Pikiranku seperti memerintah untuk segera pergi dari tempat itu, tapi sepertinya ada tujuan tertentu yang harus kuselesaikan disana.
Akhirnya beberapa menit berlalu, kuputuskan untuk mencoba membaur, mengira-ngira siapa yang membutuhkan bantuan, lalu dengan sedikit kemauan untuk membantu akhirnya trik itu berfungsi dengan baik, lumayan menghilangkan perasaan bersalahku karena datang terlambat.
Triknya bekerja, atau, mereka hanya kasihan melihatku tidak melakukan apapun? Entahlah, yang terpenting adalah bagaimana caraku menemukan jalan untuk membaur dengan lingkungan.
---***---
Mungkin oranglain akan memandang bahwa apa yang terjadi kepadaku sangatlah biasa, tidak terlalu penting, tetapi bagaimana bisa seseorang memandang penting atau tidaknya sesuatu berdasarkan penilaianya sendiri?
Tolong hentikan menjadi seseorang yang terlalu judgemental, menghakimi perlakuan orang lain,
Mungkin terkadang penghakimanmu terhadap sesuatu memang benar, tetapi bagaimana jika tidak?
Tetapi soal perilaku orang lain, sebenarnya tak ingin kuikutkan diriku didalamnya, itu adalah hak oranglain untuk melakukan apapun asalkan mereka tanggung jawab, jika seseorang menganggap suatu perlakuan memang layak untuk dilakukan, biarkanlah orang itu melakukannya, meskipun jika ternyata apa yang dilakukan orang itu akan mengusik orang lain, biarkanlah karena itu adalah hidup mereka, dan merekalah yang berhak menentukan apapun yang mereka anggap baik.
---***---
Semenjak terjadi "hal itu" rasa curigaku mengenai banyak hal menjadi tak terkontrol, banyak sekali hal yang dilakukan atau di"apapun" oleh orang lain, meskipun belum tentu ditujukan kepadaku, terus saja kuproyeksikan di pikiranku bahwa korbanya adalah diriku, padahal presentase kemungkinan bahwa pikiranku benar mungkin terlalu rendah. Jika seperti ini, harus segera kutemukan cara tepat untuk mrnghilangkanya, karena jika tidak, entah bahaimana jadinya hidup dengan pikiran penuh rasa parno.
Memang ada saatnya dimana rasa curiga diperlukan, karena beberapa hal memang harus diwaspadai, tetapi tidak berlaku jika melakukanya seperti yang kulakukan, mencurigai segala hal, segala orang, demi menciptakan rasa aman,
Definisi aman dalam versiku mungkin agak sedikit berbeda. Karena jika kujabarkan, kondisi aman yang paling kusukai adalah saat didalam pikiranku tidak terjadi segala macam kecamuk apapun.
Karena itu, sungguh, jika kulakukan hal yang tak mengenakan, mungkin sebenarnya itu adalah caraku untuk menghindari perilaku yang mungkin akan lebih buruk saat kepalaku sedang dipenuhi banyak sekali hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kulakukan
---***---
0 comments:
Post a Comment