siapa yang tidak suka dengan anak kecil? tingkah lucumya, kepolosan, cara mereka berbicara.

***
tetapi justru yang saya rasakan adalah perasaan takut ketika ada anak kecil didekat saya.

entah darimana perasaan seperti ini muncul,

biasanya perasaan cemas yang saya rasakan memiliki sebab masing2, entah itu trauma, kejadian tidak menyenangkan, perlakuan orang lain terhadap diri saya.

tetapi yang ini unik,

sangat unik,

tidak ada sebab tertentu.

atau mungkin, mungkin.

saya merasa takut kepada orangtua si bocah tersebut, merasa takut mengatakan sesuatu yang salah ketika diajak berbicara dengan anak kecil, sehingga akan membuay orang tua dari bocah tersebut akan memarahi saya.

mungkin, hanya mungkin, yang twrjasi terhadap saya adalah rasa takut terhadap sosok orang tua.

makin aneh aja nih. hahah

***
ini yang terjadi kepada saya beberapa menit yang lalu, ketika saya sedang menyantap hidangan nasi padang setelah pergi berenang.

sekitar pukul 5 sore, saya mampir ke warung nasi padang, karena saya merasa cocok dengan masakanya.

diwarung tersebut penjualnya adalah seorang suami istri, dan juga anak dari pasangan tersebut

setelah saya memesan makanan, akhirnya saya duduk dan menikmati hidangan tersebut,

sampai akhirnya suara dari anak tersebut mengejutkan saya, karena saya pikir anak tersebut sedang berbicara tentang orang lain

Saya : *makan
Anak : om nya ini kok, belum buka sudah makan, padahal saya aja menunggu buka baru makan(kebetulan bulan ini adalah bulan puasa, dan karena saya seorang Buddha maka saya tidak berpuasa dibulan ini)
S: *menyadari bahwa anak tersebut sedang berusaha mengajak berbicara saya, *diam selama beberapa saat,
s: *setelah berfikir apa yang harus dikatakan, dan tidak menemukannya akhirnya saya balas dengan senyum
IbuSiAnak: om nya perutnya sakit dek jadi om nya langsung makan
s:*makan pura2 tidak mendengarkan
a:kok ibu bisa tahu?
s:*makan dan berusaha tidak mendengarkan

*akhirnya saya hanya senyum ditengah2 obrolan mereka, sambil makan dan pura2 tidak mendengar.

***
kenapa saya tidak menjawab bocah tersebut sebagai mana mestinya orang lain melakukanya?

entahlah,

didalam pikiran saya,

saya membayangkan ibu dari si anak tersebut sesang marah kepada saya karena saya mengatakan sesuatu yang salah,

sehingga menyebabkan perasaan aneh yang muncul ketika ingin berbicara terhadap si bocah.

dari mana pikiran seperti itu muncul?

kenapa seolah seperti pikiran ini menghentikan saya untuk mengatakan seauatu.

kenapa saya membentuk pikiran seperti itu ketika akan menjawab si bocah?

apakah ada yang tahu kenapa??

0 comments:

Post a Comment

 
Top